Pernyataan “Sumedang brengsek” yang disampaikan oleh Saudari Ismi saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang tentu mengundang perhatian dan pertanyaan publik.
Sebagai warga Sumedang, saya merasa tidak nyaman mendengar pernyataan tersebut. Kritik dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak setiap warga negara. Namun, ketika kritik disampaikan dengan membawa nama Sumedang secara keseluruhan, tentu perlu ada penjelasan agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah masyarakat.
Saya, Haji Muhammad Iik Nurhikmat, selaku Ketua Forum Media Sumedang Timur sekaligus Penasehat Paguyuban Roda Empat, menyampaikan bahwa kami menunggu klarifikasi dari Saudari Ismi terkait maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Apakah yang dimaksud dengan “Sumedang brengsek” adalah kritik terhadap pemerintah, terhadap oknum tertentu, atau memang ditujukan kepada Sumedang secara keseluruhan?
Kami berharap Saudari Ismi dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab, sehingga persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang semakin luas.
Kritik silakan.
Aspirasi wajib disampaikan. Tetapi ketika nama daerah dan masyarakat Sumedang ikut disebut, publik juga berhak mendapatkan kejelasan.
Kami menunggu klarifikasinya.
H. Muhammad Iik Nurhikmat
Ketua Forum Media Sumedang Timur,
Penasehat Paguyuban Roda Empat.
Tim

0 Komentar