Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Dana Diduga Sudah Cair Sebulan, Rabat Beton Desa Jatimekar Baru Dikerjakan Usai Warga Mendesak

Foto Ilustrasi by AI 
SUMEDANG, SidakCriminalNews - Pembangunan rabat beton di Desa Jatimekar, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, menuai sorotan tajam publik. Proyek peningkatan jalan desa yang bersumber dari bantuan keuangan tahun anggaran 2025 tersebut baru dilaksanakan setelah adanya tekanan dan desakan warga, meski dana kegiatan diduga telah cair sekitar satu bulan sebelumnya.

Fakta ini terungkap dari keterangan perangkat desa yang ditemui Tim Investigasi SidakCriminalNews di lokasi pekerjaan, Senin (29/12/2025). Ia mengakui bahwa pekerjaan baru dimulai hari ini setelah warga mempertanyakan keterlambatan pelaksanaan.

“Memang baru dikerjakan hari ini setelah warga mendesak. Informasinya dana sudah cair sekitar satu bulan,” ungkap salah satu perangkat desa di lapangan.


Keterlambatan Dinilai Tidak Wajar

Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, tidak adanya aktivitas fisik dalam waktu cukup lama setelah dana diduga cair memicu dugaan lemahnya perencanaan, pengawasan, bahkan berpotensi melanggar prinsip tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel.

Sejumlah warga menilai keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis. Jalan yang menjadi akses utama warga sempat dibiarkan dalam kondisi rusak dan berlumpur, sementara anggaran sudah tersedia.

“Kalau dananya memang sudah cair, kenapa pekerjaan dibiarkan molor sampai warga harus protes dulu?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.


Rencana Libatkan Pihak Ketiga dari Luar, Warga Bereaksi

Sorotan kian menguat setelah muncul informasi bahwa pekerjaan ini sempat direncanakan akan dilaksanakan oleh pihak ketiga dari luar desa, bukan oleh warga setempat. Rencana tersebut memicu penolakan dan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Kami dengar awalnya mau dikerjakan orang luar. Warga tidak setuju. Akhirnya sekarang dikerjakan oleh warga sendiri,” ungkap warga lainnya.

Fakta ini menambah daftar pertanyaan publik: mengapa proyek desa yang bersumber dari dana publik tidak sejak awal melibatkan warga setempat, dan apa yang menyebabkan perubahan skema pelaksanaan di menit terakhir?


Data Proyek dan Realita Lapangan

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini merupakan peningkatan jalan desa dengan pagu anggaran Rp 98.000.000 (termasuk pajak), volume Panjang 273 meter dan Lebar 2,5 meter, serta pelaksana kegiatan tercantum CV Hanoman Jaya Perkasa.

Namun hingga mendekati tutup tahun anggaran, pekerjaan fisik baru terlihat dimulai. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran publik terkait kualitas pekerjaan, mengingat waktu pelaksanaan yang kian sempit.

Desakan Transparansi dan Audit Pengawasan

Masyarakat mendesak agar Pemerintah Desa Jatimekar memberikan penjelasan terbuka mengenai:

  • Waktu pasti pencairan dana
  • Alasan keterlambatan pelaksanaan
  • Perubahan skema pelaksana dari pihak ketiga ke warga

Mekanisme pengawasan teknis pekerjaan

Keterlambatan realisasi proyek desa berpotensi menjadi preseden buruk jika tidak dijelaskan secara transparan. Publik berharap pihak kecamatan maupun instansi pengawas terkait tidak tutup mata dan melakukan monitoring serius.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan keterlambatan pekerjaan. SidakCriminalNews menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Pemerintah Desa Jatimekar maupun pihak terkait lainnya.

SidakCriminalNews akan terus mengawal proyek ini hingga tuntas, demi memastikan anggaran publik benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan sekadar formalitas di atas papan proyek.

(Tim Investigasi)

Posting Komentar

0 Komentar