KUNINGAN – Setelah mengalami kerusakan parah akibat retakan tanah sejak April 2025, Jembatan Cipedak yang menghubungkan Desa Ciniru dan Desa Cijemit akhirnya memasuki tahap pembangunan kembali. Pada Senin (26/01/2026), Kapolsek Ciniru, AKP Asep Saeful Rakhman, melakukan monitoring langsung ke lokasi guna memastikan proses awal pembongkaran konstruksi lama berjalan dengan aman dan tidak membahayakan warga sekitar.
Jembatan sepanjang ±80 meter ini merupakan akses urat nadi bagi masyarakat di empat desa, yakni Desa Cijemit, Gunung Manik, Pinara, dan Cipedes. Kondisi terakhir sebelum dibongkar menunjukkan kerusakan yang sangat mengkhawatirkan, di mana terdapat retakan pondasi sedalam 3,3 meter dan amblasnya permukaan jalan hingga 40 cm. Kerusakan ini jika dibiarkan dapat memutus total aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Kecamatan Ciniru.
Dalam kunjungannya, Kapolsek berkoordinasi dengan Forkopimcam dan perangkat desa untuk memastikan pengalihan arus lalu lintas berjalan tertib. Mengingat jembatan sedang dalam proses pembangunan total, akses kendaraan dialihkan sementara melalui jalur alternatif Cipedes-Cibongkot dan jalur Cijemit Girang. Pihak kepolisian menempatkan rambu penunjuk arah agar masyarakat tidak terjebak di area proyek yang berisiko.
Pembangunan kembali jembatan ini merupakan respon atas laporan berkala kepolisian mengenai kerawanan infrastruktur di wilayah perbukitan. Kapolsek menekankan pentingnya kualitas konstruksi baru agar jembatan mampu menahan debit air sungai dan pergerakan tanah di masa mendatang. Kehadiran Polri di lokasi proyek juga bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja konstruksi agar proyek strategis daerah ini selesai tepat waktu.
Masyarakat setempat menyambut baik langkah perbaikan ini dan mengapresiasi pengawasan intensif dari Polsek Ciniru. Selama proses pembangunan berlangsung, Polri akan terus melakukan patroli rutin di jalur-jalur alternatif yang kini mengalami peningkatan volume kendaraan. Sinergitas ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi warga di tengah keterbatasan akses infrastruktur yang sedang diperbaiki.

0 Komentar