MAJALENGKA — Media Sidak Criminal News, Kondisi lingkungan di sekitar SMP Negeri 3 Argapura, Desa Mekarwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, menuai perhatian serius masyarakat. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan menggunung di area yang berbatasan langsung dengan lingkungan sekolah dinilai telah mengganggu aktivitas belajar mengajar serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan siswa dan warga sekitar.
Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi pada Senin (11/05/2026), tampak sejumlah karung dan kantong plastik berisi sampah berserakan di lahan terbuka yang berada tepat di samping bangunan sekolah. Sebagian sampah terlihat telah lama menumpuk hingga menimbulkan aroma menyengat yang tercium hingga ke ruang kelas.
Kondisi tersebut disebut semakin terasa ketika cuaca panas maupun usai hujan turun. Aroma tidak sedap yang berasal dari tumpukan sampah dinilai menciptakan suasana belajar yang tidak nyaman bagi para siswa.
“Bau, Pak,” ujar salah seorang siswa singkat saat ditemui di sekitar lingkungan sekolah.
Keluhan serupa juga disampaikan warga setempat. Mereka menilai keberadaan tumpukan sampah di kawasan pendidikan seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan.
“Jangankan siswa yang berada dekat dengan lokasi sampah, kami yang hanya melintas saja sudah mencium bau yang tidak enak. Kasihan anak-anak yang setiap hari belajar di lingkungan seperti itu,” ungkap Ar, warga sekitar.
Menurut keterangan warga lainnya, area tersebut sebelumnya memang digunakan sebagai lokasi penampungan sementara sampah rumah tangga. Namun biasanya sampah rutin diangkut sehingga tidak sampai menumpuk dan menimbulkan bau menyengat seperti saat ini.
“Biasanya langsung diambil, tidak pernah sampai menumpuk seperti sekarang,” ujar seorang warga berinisial Um.
Warga menyebut pengangkutan sampah terakhir dilakukan tidak lama setelah Idul Fitri 2026. Sejak saat itu, volume sampah terus bertambah tanpa adanya pengangkutan lanjutan maupun penanganan yang memadai.
Selain mengganggu kenyamanan belajar, kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan sekolah. Banyaknya lalat serta aroma busuk dari tumpukan sampah dikhawatirkan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Situasi ini dinilai bertolak belakang dengan upaya pemerintah dalam mendorong program kebersihan lingkungan dan sekolah sehat. Warga berharap Pemerintah Desa Mekarwangi, Pemerintah Kecamatan Argapura, serta instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut, termasuk melakukan pengangkutan sampah secara rutin agar lingkungan sekolah kembali bersih dan nyaman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terhambatnya pengangkutan sampah maupun rencana penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 3 Argapura tetap berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang dinilai kurang sehat dan tidak kondusif.
(Ifan)

0 Komentar