Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Bu Ijah di Mekarasih Harapkan Bantuan Rumah Layak Huni

 



SUMEDANG
– Sidakcriminalnews,Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, masih ada warga yang harus menjalani hari-harinya dalam keterbatasan dan tinggal di tempat yang jauh dari kata layak. Salah satunya adalah Ijah, perempuan berusia sekitar 65 tahun, warga Dusun Cilimus RT 11/RW 05, Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

17/10/2026



Di usianya yang tidak lagi muda, Bu Ijah menjalani kehidupan seorang diri tanpa suami maupun anak. Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia hanya mengandalkan belas kasih dan kepedulian para tetangga yang dengan sukarela membantunya.

Tempat tinggal yang dihuni Bu Ijah berupa gubuk sederhana dengan kondisi memprihatinkan. Atapnya sudah bocor, sementara lantainya hanya beralaskan pelupuh bambu yang kini mulai lapuk. Di dalam gubuk tersebut, tidak terlihat perabotan rumah tangga yang memadai, bahkan fasilitas dasar seperti kamar mandi dan dapur pun tidak tersedia.

Kondisi tempat tinggalnya semakin memprihatinkan karena gubuk itu tidak memiliki pintu. Untuk mengurangi terpaan angin dingin pada malam hari, Bu Ijah hanya menggunakan kain sebagai penutup.

Keterbatasan yang dialaminya tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi dan tempat tinggal. Bu Ijah juga memiliki keterbatasan mental sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan dari lingkungan sekitarnya.

Kendati hidup dalam keadaan serba kekurangan, Bu Ijah tidak sepenuhnya sendiri. Kepedulian warga sekitar menjadi salah satu penopang kehidupannya. Pada pagi atau sore hari, warga secara bergantian membantu memandikan Bu Ijah dan memastikan kebutuhan dasarnya tetap diperhatikan.

Kepedulian tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Namun, warga menilai bahwa kepedulian lingkungan saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan Bu Ijah akan tempat tinggal yang aman dan layak. Diperlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait agar kondisi kehidupannya dapat memperoleh penanganan yang semestinya.

Warga berharap pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi tempat tinggal Bu Ijah sekaligus melakukan pendataan dan verifikasi agar ia bisa mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) atau program bantuan sosial lain yang sesuai dengan kebutuhannya.

Harapan tersebut bukan semata-mata agar Bu Ijah memiliki bangunan rumah yang lebih baik, melainkan agar ia dapat menjalani hari-hari di usia senjanya dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat.

Kini, perhatian dan kepedulian berbagai pihak sangat diharapkan. Di balik gubuk reyot yang menjadi tempat berteduhnya, ada seorang perempuan lanjut usia yang membutuhkan uluran tangan bersama agar dapat menikmati kehidupan yang lebih layak.

Semoga kisah Bu Ijah menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian nyata. Sebab, setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak, termasuk mereka yang hidup dalam keterbatasan dan tidak memiliki keluarga untuk menjadi tempat bergantung.

(Tim investigasi Sidakcriminalnews)

Posting Komentar

0 Komentar